Mengenal Sejarah dan Tahun Berdiri Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal jadi masjid ikonik bagi daerah Jakarta bahkan Indonesia. Masjid megah ini tercatat sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara. Di balik kemegahan bangunannya terdapat serentet sejarah yang menarik untuk diketahui.

Masjid ini pada dasarnya tidak hanya digunakan untuk sarana beribadah, tapi juga digunakan sebagai simbol toleransi beragama. Kenapa bisa? Nyatanya bangunan masjid didirikan berdekatan dengan sebuah gereja dan hal ini merupakan strategi untuk mengembangkan toleransi beragama.

Sejarah Masjid Istiqlal

Faktanya Masjid Istiqlal memiliki sejarah yang sangat Panjang. Dimulai dari pembentukan rencana, perancangan hingga akhirnya disahkan oleh presiden kala itu. Sejarah pembangunannya tidak terlepas dari situasi moneter. Berikut sejarah Masjid Istiqlal dalam 5 poin singkat:

1. Pembangunannya Sempat Ditentang

Masjid dengan kisaran harga pembangunan yang besar kala itu sempat ditentang pembangunannya oleh otoritas tertentu. Pasalnya, rancangan pembangunan masjid ini tidak melihat kondisi negara yang sedang terlibat krisis moneter.

bangunan megah masjid istiqlal jakarta
bangunan megah masjid istiqlal jakarta

Krisis keuanganlah yang membuat sebagian orang menentang ide pembangunan dengan skala besar ini. Namun, Presiden Soekarno tetap teguh dalam putusannya untuk membangun masjid sebagai bentuk peradaban maju di Ibu Kota Indonesia.

2. Dulunya Merupakan Kompleks Alun-Alun Jakarta

Areal masjid dulunya merupakan kompleks alun-alun di Ibu Kota Jakarta. Masjid dirancang untuk berdiri di areal kompleks dekat dengan Tugu Monas dan tempat strategis lainnya. Jadi, siapapun bisa mengunjunginya dengan mudah karena aksesnya berada di tengah kota.

Masjid Istiqlal di tengah Kota Jakarta

Seiring dengan perkembangan tata letak kota, masjid ini kini memiliki area tersendiri. Masjid Istiqlal berdiri di atas lahan seluas 9,5 hektar dengan kapasitas pengunjung hingga ribuan orang setiap harinya, bahkan hingga kapasitas belasan ribu orang untuk perayaan hari besar.

3. Sayembara Arsitektur Masjid

Sejarah mencatat bahwa arsitektur masjid didapatkan lewat sayembara. Dimana terdapat lebih dari 20 rancangan masjid dari arsitektur terkemuka. Sedangkan proses pemilihan dilakukan secara selektif hingga menyisakan satu rancangan masjid dengan nilai toleransi yang tinggi.

arsitektur unik serba siku
arsitektur unik serba siku

Terpilihlah rancangan masjid karya arsitektur bernama Friedrich Silaban yang ternyata seorang Katolik. Rancangannya penuh akan simbol keagamaan. Seperti contoh pada menara dengan tinggi 6.666 cm yang diadaptasi dari jumlah ayat dalam kitab suci Al-Qur’an.

4. Butuh Waktu 17 Tahun hingga Diresmikan

Butuh pembangunan selama 17 tahun hingga akhirnya masjid ini siap untuk digunakan. Pembangunan dimulai dari tanggal 24 Agustus, tepatnya tahun 1961 dan siap digunakan pada tahun 1978.

Namun jauh sebelum tahun 1961, rencana pembangunan telah muncul sejak tahun 1950 an. Jangka waktu yang panjang ini disebabkan oleh beberapa hal seperti krisis moneter, rancangan pembangunan yang tidak tepat hingga minimnya tenaga kerja profesional.

5. Disahkan oleh Presiden Soeharto

Masjid yang dibangun atas simbol toleransi ini akhirnya disahkan oleh presiden yang berwenang kala itu, yakni Presiden Soeharto. Pada tahun 1978 presiden menandatangani sebuah landmark yang kini berada di areal tangga dekat dengan pintu As-Salam.

Pengesahan masjid terbesar di Asia Tenggara ini memicu sorotan dari berbagai media dan terhembus kabarnya hingga ke luar negeri. Akhirnya masjid besar ini siap digunakan bukan hanya sebagai tempat bersembahyang, tapi juga tempat untuk belajar sejarah dan toleransi beragama.

Berminat untuk mengunjungi Masjid Istiqlal? Segera kunjungi masjid megah dengan arsitektur unik untuk menambah ilmu Anda. Tidak hanya terkait uniknya sejarah yang terkandung di dalamnya, masjid ini juga kaya akan simbol toleransi yang bisa ikut diaplikasikan di lingkungan masing-masing.